(0976) 5160758 baznasprov.papua@baznas.go.id

Tentang BAZNAS Provinsi Papua

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah sebagai institusi amil zakat yang mendapatkan amanah dari pemerintah maupun masyarakat untuk mengelola sekaligus mengkoordinir kegiatan zakat secara nasional, baik pusat maupun daerah (provinsi, kota dan kabupaten) harus terus menerus melakukan revitalisasi terhadap institusi maupun kinerjanya. Evaluasi sekaligus proyeksi ke depan harus terus digalakkan untuk menyesuaikan dengan dinamika dan perkembangan masyarakat yang berubah.

Dalam upaya mencapai tujuan pengelolaan zakat, dibentuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang berkedudukan di ibu kota negara, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota. BAZNAS merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri. BAZNAS merupakan lembaga yang berwenang melakukan tugas pengelolaan zakat secara nasional.

Badan Amil Zakat Nasional Papua mendapatkan Rekomendasi dari Badan Amil Zakat Nasional Pusat pada tanggal 06 Oktober 2015/22 zulhijjah 1436 H dengan nomor surat 306/BP/BAZNAS/X/2015. Kemudian di tetapkan dengan  Surat Keputusan Gubernur Papua pada tanggal 18 November 2015 dengan nomor surat  nomor :188.4/405/Tahun 2015.

Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Papua dalam melaksanakan tugas dan fungsi perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian, dengan menekankan pada pengumpulan, pendistribusian,  pendayagunaan zakat serta membuat pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengelolaan zakat.

Ada 5 (lima) aspek penting yang merupakan ruh dan spirit dari kegiatan BAZNAS yang dapat diterapkan oleh BAZNAS provinsi Papua. 

  1. Sosialisasi dan edukasi zakat kepada seluruh masyarakat secara berjenjang dan terstruktur, sehingga kegiatan BAZNAS dirasakan oleh seluruh masyarakat. Adapun tujuan sosialisasi adalah untuk memberikan manfaat zakat bagi pembangunan karakter dan kesejahteraan bangsa, yang berkaitan dengan berbagai dimensi kehidupan, termasuk kegiatan ekonomi dan keharusan berzakat melalui amil zakat. dalam hal ini BAZNAS. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No 23/ 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah (PP) No 14/ 2014 tentang Pengelolaan Zakat dan Inpres No 3/2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat melalui BAZNAS (pusat maupun daerah).

  2. Penguatan BAZNAS sebagai amil, menyangkut SDM yang memiliki integritas pribadi yang kuat, amanah dan profesional. Selain itu juga harus memiliki pengetahuan komprehensif (manajemen zakat) serta memiliki waktu yang cukup. Selain itu harus memiliki sistem IT yang canggih, memiliki database muzakki dan mustahik yang akurat, disertai koordinasi yang baik antara BAZNAS kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan BAZNAS di tingkat Pusat.

  3. Program pendayagunaan zakat yang tepat sasaran dan waktu, baik konsumtif maupun produktif, dengan skala prioritas program yang sejalan dengan kebutuhan mustahik di setiap daerah masing-masing.

  4. Penguatan regulasi dan aturan tentang pengelolaan zakat, melalui penguatan dan menjabarkan ketiga aturan tersebut di atas mengacu pada peraturan-peraturan BAZNAS, sehungga semuanya berjalan dengan baik.

  5. Bersinergi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) pusat maupun daerah, ormas Islam, lembaga pendidikan, masjid-masjid dan pondok pesantren, serta semua simpul-simpul masyarakat.

Dengan demikian, BAZNAS bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan: syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabel.

Sejarah Singkat

Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Papua masa bhakti 2015-2020, dibentuk atas inisiasi dan prakasa dari Kementerian Agama Provinsi Papua pada saat pelaksanaan kegiatan sosialisasi regulasi zakat yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Provinsi Papua pada tanggal 30 Mei – 01 Juni 2015 di Asrama Haji Transit Kotaraja Jayapura, yang ikuti oleh seluruh utusan kementerian agama kabupaten/kota, ulama, ormas islam, profesional, dan akademisi.

Melalui tim seleksi yang dibentuk oleh Kementerian Agama Provinsi Papua tanggal 01 Juni 2015, terjaring 13 (tiga belas) nama-nama bakal calon komisioner Baznas Provinsi Papua masa bhakti 2015-2020, untuk menyampaikan visi dan misi nya dihadapan tim seleksi dan peserta sosialisasi regullasi zakat Kementerian Agama provinsi Papua, dan selanjutnya terpilih 5 (lima) nama calon pimpinan Baznas Provinsi Papua yang akan disampaikan kepada Gubernur Papua.

Selanjutnya melalui surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua No. Kw.26/2/I/OT.001/1153/2015, tanggal 10 Juni 2015, yang disampaikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat, Perihal usul Rekomendasi Calon Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua.

Selanjutnya melalui Surat BAZNAS Nomor : 306/BP/BAZNAS/X/2015, tanggal 06 Oktober 2015, Perihal Jawaban Permohonan Pertimbangan Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua, menyatakan bahwa 5 (lima) orang yang diusulkan oleh Kementerian Agama Provinsi Papua dapat dipertimbangkan untuk diangkat sebagai Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua masa bhakti 2015-2020.

Close Menu